Senin, 28 Oktober 2013 | | 0 komentar


M A K A L A H
PERENCANAAN PEMASARAN KORPORAT
DOSEN : IBU. ROSDIANA. SIMBOLON, SE. M. Si

DI SUSUN OLEH   :   ABRILIANT. Y. MANDAK
                                   ANDREAS. D. MONAREH

    SEMESTER        :    II  ( DUA )



KATA PENGANTAR

Puji syukur patut kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas perkenaanNya makalah ini dapat disusun dan bisa selesai tepat pada waktunya. Makalah ini di beri judul “PERENCANAAN PEMASARAN KORPORAT”.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan oleh sebab itu kritik dan saran selalu kami harapkan agar di kemudian kami selaku penulis dapat menyusun makalah yang mungkin bisa lebih baik dari makalah kami yang sebelumnya.
Sekiranya makalah yang  kami susun ini dapat digunakan sebagaimana mestinya, dan dapat di manfaatkan demi kelancaran pembelajaran kita semua.


Manado,     januari  2013




Penulis




















i
 
 




DAFTAR ISI

1.    KATA PENGANTAR.........................................................................................i
2.    DAFTAR ISI......................................................................................................ii
3.    PEMBAHASAN..................................................................................................
A.   BAB I.............................................................................................................
PROSES PERENCAAN PEMASARAN............................................... 1 - 2
B.   BAB II............................................................................................................
TIPE PERENCANAAN PEMASARAN KORPORAT......................... ........3
C.   BAB III...........................................................................................................
STRATEGI KORPORAT......................................................................4 - 11
D.   BAB IV......................................................................................................12
STRATEGI BAURAN PRODUK...................................................................

4.    PENUTUP.......................................................................................................iii



























ii
 
 

BAB I
PROSES PERENCANAAN PEMASARAN

Pada prinsipnya, Perencanaan adalah cara sistematis yang dilakukan organisasi  dalam rangka mengendalikan masa depannya.

Rencana adalah pernyatan mengenai apa yang ingin dicapai organisasi (tujuan), bagaimana mencapainya (strategi dan program), dan kapan mewujudkannya (skedul).

Manfaat penyusunan rencana  antara lain : Mendorong pemikiran sistematik mengenai masa depan, meningkatkan koordinasi organisasi, mentapkan standar kinerja untuk mengukur tren, memberikan dasar logis bagi pembuatan kaputusan, meningkatkan kemampuan untuk menangani perubahan dan meningkatkan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang pasar.

Perencanaan pemasaran merupakan proses sistematis dalam merancang dan mengordinasi keputusan pemasaran. Keputusan pemasaran dilakukan dalam dua hal yang bebeda, yaitu level manajemen puncak dan level manajemen madya. Rencana pemasaran memberikan fokus bagi pengumpulan informasi, format bagi penyebarluasan informasi, dan struktur bagi pengembangan dan pengoordinasian respons strategik dan taktikal perusahaan.

Perencanaan pemasaran korporat (corporate marketing planning ) berfokus pada penyusunan arahan jangka panjang bagi organisasi, menyangkut pasar dan kebutuhan yang ingin dilayani. Selain itu, manfaatnya juga meliputi penetapan tujuan bagi berbagai produk dan bisnis ( atau disebut juga unit pola bisnis strategik = Strategic Busines Unit ) yang di geluti.

Perencanaan manajemen madya menjabarkan cara mengiplimentasikan rencana pemasaran korporat kedalam rencana perproduk, dengan jalan berfokus pada penjualan dan pada penjualan dan profitabilitas produk , merek, atau lini produk individual yang saling berkaitan.









1
 
 

Langkah – langkah pokok dalam perencanaan pemasaran pada level korporat dan level manajemen madya meliputi :
1.  Melakukan analisis situasi. Analisis yang dilakukan dalam tahap ini adalah analisis SWOT ( Strenghts, Weaknesses, Opportunities, dan Threats ). Analisis ini mencakup peluang dan masalah yang ditimbulkan oleh tren dan situasi pembeli, pesaing, biaya, dan regulasi. Selain itu termasuk pula didalamnya adalah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.
2.  Menetapkan tujuan / sasaran. Tujuan dirumuskan secara spesifik dan mengidentifikasi tingkat kinerja yang diharapkan untuk dicapai organirealitas masalah dan peluang lingkungan, serta kekuatan dan kelemahan perusahaan.
3.  Menyusun strategi dan program. Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan, kemudian pengambil keputusan merancang strategi ( tindakan jangka panjang untuk mencapai tujuan ) dan program ( tindakan jangka pendek spesifik untuk mengimplimentasikan  strategi ).
4.  Melakukan koordinasi dan pengendalian. Rencana yang kompresif seringkali meliputi berbagai strategi dan program. Masing – masing strategi dan program  mungkin mejnadi tanggung jawab manajer yang berbeda. Oleh sebab itu, dibutuhkan mekanisme khusus untuk memastikan bahwa strategi dan program tersebut diterapkan secara efektif.

Secara garis besar, elemen pokok yang perlu dicakup dalam sebuah rencana pemasaran meliputi aspek – aspek berikut ini : 
1.  Rangkuman eksekutif dan daftar isi : memberikan gambaran singkat tentang rencana pemasaran yang diusulkan.
2.  Situasi pemasaran terkini ( saat ini ) : memberikan data latar belakang relevan menyangkut pasar, produk, persaingan, distribusi, dan lingkungan makro.
3.   Analisis SWOT : mengidentifikasi peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan pokok, serta isu – isu berkenaan dengan lini produk.
4.  Tujuan pemasaran : merumuskan sasaran finansial dan pemasaran dalam hal volume penjualan, pangsa pasar, dan laba.
5.  Strategi pemasaran : menyajikan ancangan pemasaran secara garis besar yang akan digunakan dalam rangka mewujudkan tujuan rencana pemasaran.
6.  Program pemasaran : menyajikan program pemasaran spesifik yang dirancang guna mewujudkan tujuan bisnis.
7.  Proyeksi laporan laba / rugi : memprediksi hasil finansial yang diharapkan dari rencana pemasaran bersangkutan.
8.  Pengendalian : mengidentifikasi langkah – langkah yang bakal ditempuh untuk memantau implementasi rencana pemasaran.




2
 
 

BAB II
TIPE PERENCANAAN PEMASARAN KORPORAT

Perencanaan pemasaran korporat adalah proses penetapan prioritas jangka panjang menyangkut produk dan pasar dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan. Ada dua jenis keputusan manajemen puncak yang masuk dalam kategori perencanaan pemasaran korporat, yaitu strategi korporat (corporate strategy) dan strategi bauran produk (product mix startegy). Dalam strategi korporat, manajemen mengidentifikasi bisnis atau bidang usaha yang ingin digeluti di masa depan melalui upaya merumuskan:

1.    rentang pasar (dalam konteks kebutuhan, pelanggan, atau keduanya) yang ingin dilayani

2.    jenis-jenis produk yang ingin ditawarkan.


 





 
















Secara spesifik, strategi bauran produk umumnya menjabarkan:

1.    jenis kontribusi ( misalnya, pertumbuhan penjualan yang pesat atau profitabilitas tinggi ) yang diharapkan dari setiap produk atau lini produk dalam menunjang peningkatan nilai perusahaan;

2.    pangsa relatif sumber daya perusahaan yang dicurahkan untuk masing-masing produk atau lini produk.


  
3
 
 

BAB III
STRATEGI KORPORAT
1.     Hambrick (1983), telah menyatakan bahwa tidak adanya konsistensi dalam hal definisi strategi dikarenakan dua faktor:
a.  strategi bersifat multi-dimensional
b.  strategi bersifat situasional, sehingga bervariasi antar-industri.

2.  Menurut Markide (2004), strategi merupakan pengambilan keputusan menyangkut tiga parameter utama
a.    siapa yang menjadi target pelanggan dan siapa yang tidak akan ditarget (dimensi Who)
b.    produk dan jasa apa yang bakal ditawarkan kepada para pelanggan sasaran dan produk/jasa apa yang tidak akan ditawarkan (dimensi What)
c.    aktivitas apa yang akan dan tidak akan dilakukan dalam rangka mewujudkan itu semua (dimensi How).

3.    Mintzberg (1987a), mengajukan lima definisi strategi: plan, ploy, pattern, position, dan perspective.
a.    Sebagai rencana (plan), strategi didefinisikan sebagai “consciously intended course of action, a guideline (or set of guidelines) to deal with a situation.
b.    Sebagai ploy, strategi diartikan sebagai manuver spesifik yang dimaksudkan untuk mengecoh atau mengelabuhi lawan/pesaing.
c.    Sebagai pola (pattern), strategi adalah “a pattern in a stream of action”. Dengan kata lain, strategi ini lebih merupakan konsistensi dalam perilaku, baik itu disengaja/terencana maupun tidak.
d.    Sebagai posisi, strategi dirumuskan sebagai “a means of locating an organization in what organization theorists like to call an environment”. Dalam konteks ini, strategi merupakan mediating force atau wahana yang menyelaraskan lingkungan internal dan eksternal organisasi.
e.    Sebagai perspektif, strategi mencerminkan “reflections and actions of the collectivity-how intentions diffuse through a group of people to become shared as norms and values, and how patterns of behavior become deeply ingrained in the group.

Strategi dapat dibedakan berdasarkan tingkat agregasi (level of agregation). Klasifikasi yang paling banyak dijumpai dalam literatur manajemen strategik adalah level fungsional, bisnis, dan korporat. Isu-isu strategi pada level fungsional mencakup aspek-aspek fungsional spesifik dalam sebuah perusahaan (contohnya, strategi pemasaran, strategi operasi, strategi finansial, dan seterusnya). Strategi pada level bisnis membutuhkan pengintegrasian strategi-strategi level fungsional untuk serangkaian produk dan/atau jasa tertentu yang ditujukan bagi segmen pelanggan spesifik. Sementara bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi pada lebih dari satu bidang bisnis (memiliki lebih dari satu unit bisnis), strategi level korporat (multi-business strategies) dibutuhkan untuk menyelaraskan berbagai strategi level bisnisnya.


4
 
 

4.  Mintzberg & lampel ( 1999 ), dan Mintzberg, Alhstrand & lampel ( 1998 ), mengidentifikasi sepuluh aliran pemikiran formasi sejak berkembangnya literatur di dekade 1960-an;, design school, planning school, positioning school, entrepreneurial school, cognitive school, dan configuration school,

Sepuluh Aliran Pemikiran Formasi Strategi

1.    Design
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Seiznick;
Newman;
Andrews
Tidak ada (Arsitektur sebagai metafora )
Dosen studi kasus
( khususnya di Harvard Univercity ), leader ship Avicionados di Amerika
Fit
Think
(pembuatan strategi sebagai studi kasus)
Preskriptif
“Look before you leap”


2.    Planning
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Igor Ansoff
Urban planning, system, theory, dan cybemetic
Manajer ’Profesional’, NBA, pakar keuangan, konsultan, dan govemment controllerss,l di Prancis dan Amerika
Formaliz
Program
(bukan Formulasi)
Preskriptif
“ Astich in Time save nine”










3.    Positioning
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Purdue University; Michael Porter
Ekonomika (organisasi Industrial) dan sejarah militer
Sama seperti planning school, terutama tipe – tipe staf anatikal, biro konsultan,dan penulis militer, khususnya di Amerika
5
 
Analize
Calculate (ketimbang creat atau commit)
presprektif
“A stitch in time saves nine”
4.    Entrepreneurial
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Schumpeler; Cole
Tidak ada
(meskipun tulisan – tulisan Awal hasil karya ekonom
Majalah Bisnis populer, Individualis, pelaku usaha kecil, terutama di Amerika lation dan di kalangan Tionghoa Perantauan.
Envision
Centralize (then Hope)
Deskriptif (sebagian Prespektif)
“Take us to your leader)


5.    Cognitive
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Simon & March
Psikologoi (Kognitif)
psikolog
Cope or crate
Worry
Deskriptif
“I’ll see it when i belive it”

6.    Learning
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Lindblom; Cyert,& march;weick ;Quinn;
Prahalad & Hamel
Tidak ada (ada keterkaitan dengan teori pembelajaran dalam psikologi dan pendidikan). Cheos teory dalam matematika
Mereka yang cenderung berfokus pada eksperimentasi, ambiguity, adaptabilitas, khususnya di Jepang dan Skandinavia
learn
Play
(ketimbang pursue)
Deskriptif
“if at first you don’t succeed, try., try, again.

7.    Power
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Alison; Preffer  & Salancik; Asley
Ilmu Politik
Mereka yang menyukai kekuasaan, polotik, dan konspirasi, khususnya di prancis
Promote
Hoard (ketimbang share)
Deskriptif
“look out for number one”

6
 
 

8.    Cultural
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Rhenman & Normann
antropologi
Mereka menyukai sosial, spiritual, dan kolektif, khususnya di Skandinavia dan Jepang
coalesce
Perpetuate
( ketimbang change)
Deskriptif
”An apple never falls far from the tree”


9.    Environmental
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Hannan & Freeman ; Pugh
Biologi
Population Ecologists, sejumlah organization theorists, splitters, dan positivists, khususnya di negara-negara anglo -saxson
react
Capitulate (ketimbang confront)
Deskriptif
“it all depends”

10. Configuration
narasumber
Disiplin pokok
Pendukung
( champions)
Intended message
Reaised message
Kategori aliran pemikiran
Associated homili
Chandler ; McGill University group, Miles & Snow
sejarah
Lumpers dan integratos pada umumnya, serta change agents. Configuration paling populer di Belanda, sedangkan transformasi paling populer di Amerika.
Integrate, transform
Lump(ketimbang split,adaph)
Deskriptif dan prespektif
“To everything there is a season...”


7
 
 

Strategi dapat dibedakan berdasarkan tingkat aregasi ( level of agregation ). Strategi pada level bisnis membutuhkan pengitegrasian strategi – strategi level fungsional untuk serangkaian produk dan / atau jasa tertentu diajukan bagi segmen pelanggan spesifik.  Ada tiga level strategi yaitu Fungsional, bisnis, dan korporat.

Bentuk – bentuk kerjasama Antarorganisasi


Kesepakatan non kontraktual
Kesepakatan kontraktual
Kesepakatan berbassis modal
Kesepakatan Multilateral
Ø  Lobbying coalition( contohnya, European Roundtable of industrialis)

Ø  Joint standard setting (contohnya, Linux coalication


Ø  Learning
communities (contohnya, Strategic Management Society)
Ø  Research consortium (contohnya, Symbian dalam PDA)
Ø  International marketing alliance (misalnya, star alliance dalam jasa penerbangan)
Ø  Export patnership (contohnya, Nethrlands export Combination)
Ø  Shared payment system (contohnya : Visa)


Ø  Construction, consortium (contohnya , eurotunnel)

Ø  Join reservation system (contohnya , Galileo)
Kesepakatan  Bilateral
ü  Cross-selling deal (contohnya, antar perusahaan obat – obatan


ü  R & D staff exchange (contohnya ,antar perusahaan teknologi informasi)


ü  Market information sharing agreement (contohnya , antara pembuat perangkat lunak dan perangkat keras
ü  Licensing agreement (contohnya Disney dan Coca-cola)


ü  Co-development contract ( contohnya Disney dan Pixar dalam pembuatan Film)

ü  Co-branding alliance (contohnya, coca-cola dan McDonald’s)
ü  New product join venture (contohnya Sony dan Ericson dalam bisnis ponsel
ü  Cross-border joint venture (contohnya, daimler Chrysler dan beijing automotive)
ü  Local join venture (contohnya , CNN turk di Turki)


8
 
 

Menurut Guiltinan, Paul dan Madden (1997), strategi korporat merupakan rencana jangka panjang yang dirancang untuk memilih berbagai bisnis yang ingin digeluti perusahaan.

Michael Porter (1996) menyatakan bahwa strategi yang efektif harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a.  Posisi kompetitif unik bagi perusahaan,
b.  Aktivitas-aktivitas yang disesuaikan dengan strategi,
c.   Pilihan dan trade-off yang jelas dibandingkan para pesaing,
d.  Keunggulan kompetitif dihasilkan dari keselarasan antaraktivitas,
e.  Kesinambungan (sustainability) dihasilkan dari sistem aktivitas, bukan dari masing-masing komponennya.
f.    Efektivitas operasional sudah tertentu (given).

1.  Ancaman dan peluang lingkungan
a.    Demografis, seperti distribusi usia populasi, tingkat kelahiran, pertumbuhan populasi, perpindahan populasi regional, dan persentase rumah tangga dengan penghasilan ganda.
b.    Nilai sosial dan kultural, seperti sikap terhadap kesehatan dan nutrisi, kebutuhan akan ekspresi diri, materialisme, perhatian pada ekologi, dan keamanan produk.
c.    Faktor ekonomi, diantaranya tingkat inflasi dan pengangguran, pertumbuhan ekonomi, kelangkaan bahan mentah, biaya energi, suku bunga, tarif impor, dan cukai.
d.    Teknologi, perkembangan teknologi informasi dan komputer yang memfasilitasi electronic business atau electronic commerce berdampak besar pada sejumlah industri, seperti penerbitan, toko buku, media masa, hiburan, perbankan, rekaman, perangkat lunak, pendidikan, agen perjalanan, dan sebagainya.
e.     Lingkungan hukum dan peraturan, meliputi regulasi menyangkut tipe iklan yang diperbolehkan untuk produk tertentu, persyaratan labeling dan pengujian produk, pembatasan terhadap kandungan produk, pengendalian populasi, pembatasan atau insentif atas impor dan ekspor, registrasi merek, standarisasi kualitas, kepemilikan asing, dan seterusnya.
f.     Persaingan, terutama menyangkut identitas pesaing dan tipe fokus persaingan yang dapat berubah dikarenakan:
ü Masuknya perusahaan baru (terutama perusahaan asing),
ü Akuisisi pesaing kecil oleh organisasi besar yang lebih kuat keuangannya
ü Deregulasi, perubahan kondisi ekonomi, atau proses produksi baru yang menyebabkan persaingan harga semakin intensif
ü Perubahan nilai sosial dan kultural atau teknologi baru yang menyebabkan para konsumen membeli produk atau jasa yang sebelumnya dianggap non-kompetitif.

2.  Misi dan tujuan korporat
Misi perusahaan menggambarkan tujuan umum organisasi dan memberikan kriteria umum dalam menilai efektivitas organisasional jangka panjang,  sedangkan tujuan perusahaan mencerminkan ekspektasi spesifik manajemen terhadap kinerja organisasi.
9
 
 

3.  Kekuatan dan kelemahan perusahaan
Dalam rangka memanfaatkan peluang atau menghindari ancaman lingkungan, setiap perusahaan harus benar-benar mampu mendayagunakan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Kekuatan perusahaan ditentukan oleh sumber daya (resources) dan kompetensi (competencies) yang dimiliki. Sumber daya dan kompetensi meliputi berbagai macam bentuk, diantaranya: sumber daya finansial; keterampilan karyawan dan manajemen; kapasitas produksi dan peralatan yang efisien; keterampilan riset dan pengembangan; hak paten; kendali atas bahan mentah pokok; jumlah dan keahlian wiraniaga; serta saluran dan sistem distribusi yang efisien dan efektif.
Secara garis besar, tipe strategi korporat dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu strategi pertumbuhan dan strategi konsolidasi.

1.  Strategi pertumbuhan (growth strategies)

a.  Strategi pertumbuhan untuk pasar saat ini.
Perusahaan yang menjumpai banyak peluang dan sedikit masalah dalam pasar yang dilayaninya saat ini kemungkinan besar akan memilih alternatif strategi pertumbuhan berbasis pasar terkini.
Secara garis besar, ada tiga variasi strategi korporat yang berbasis pada pasar saat ini:
ü Strategi penetrasi pasar (market penetration strategy), yaitu strategi yang ditujukan untuk meningkatkan penjualan produk saat ini pada pasar yang sudah ada.

ü Strategi pengembangan produk (product development strategy), yaitu strategi yang berusaha mengembangkan produk baru untuk pasar yang sudah ada dalam rangka memenuhi perubahan kebutuhan dan keinginan konsumen; menyamai penawaran kompetitif baru; memanfaatkan teknologi baru; dan memenuhi kebutuhan segmen pasar spesifik.

ü Strategi integrasi vertikal (vertical integration strategy), yaitu strategi memperluas usaha perusahaan sebagai pemasok (backward integration) atau perantara (forward integration) bagi perusahaannya sendiri.


b.  Strategi pertumbuhan untuk pasar baru.
Dalam rangka memasuki pasar baru, ada tiga alternatif strategi korporat yang bisa dijumpai:

a.  Strategi pengembangan pasar (market development strategy), yaitu strategi yang berusaha menawarkan produk saat ini kepada pasar baru. Biasanya alternatif ini dipilh jika pasar saat ini sudah stagnan atau jika peningkatan pangsa pasar sudah sulit dilakukan dikarenakan pangsa pasar saat ini sudah sangat tinggi atau karena pesaing sangat kuat.


10
 
 

b.  Strategi ekspansi pasar (market expansion strategy), yaitu berekspansi ke pasar geografis baru. Salah satu tren ekspansi yang banyak dilakukan adalah ekspansi pasar internasional yang bisa dilakukan dengan tiga cara:

Ø Strategi ekspansi regional, yaitu dilakukan dengan jalan berkonsentrasi pada satu atau dua kawasan tertentu.

Ø Strategi ekspansi multinasional, yaitu berkaitan dengan komitmen terhadap sejumlah besar pasar nasional, dimana setiap negara atau kawasan akan memiliki strategi pemasaran terpisah.

Ø Strategi ekspansi global, yaitu diterapkan manakala perusahaan beroperasi di banyak negara, namun atas dasar serangkaian prinsip strategik yang sama.

c.    Strategi diversifikasi (diversification strategy), yaitu strategi mengembangkan produk baru untuk pasar baru. Diversifikasi bisa beraneka macam
1.    integrasi vertikal, baik dalam bentuk forward integration (misalnya, penerbit masuk pula ke bisnis toko buku) atau backward integration (contohnya, perusahaan rokok kretek masuk pula ke bisnis perkebunan tembakau dan cengkeh)

2.    diversifikasi konsentrik, yakni berekspansi ke produk lain yang masih berkaitan dengan produk inti (contohnya, produsen pasta gigi memasarkan pula sikat gigi);

3.    diversifikasi konglomerat, yakni masuk ke industri yang tidak berkaitan dengan industri atau produk saat ini (misalnya, perusahaan kecap mendirikan play group komersial).

2.    Strategi konsolidasi
Secara umum, terdapat tiga macam strategi konsolidasi:
v  Strategi penciutan (retrenchment), yaitu mengurangi komitmen perusahaan pada produk-produk saat ini dengan cara menarik diri dari pasar yang dinilai lemah atau gagal.
v  Strategi pemangkasan (pruning), yaitu strategi mengurangi jumlah produk yang ditawarkan pada sebuah pasar spesifik.
v  Strategi divestasi (divestment), yaitu menjual sebagian bisnis perusahaan kepada perusahaan lain atau menutup unit usaha tertentu.









11
 
 

BAB IV
STRATEGI BAURAN PRODUK

Strategi korporat memberikan arahan dasar bagi organisasi melalui penetapan produk general dan lingkup pasar yang dilayani.

Strategi bauran produk menentukan dua hal berikut:
a.    Tujuan yang harus ditetapkan untuk masing-masing produk atau bisnis agar bisa mewujudkan tujuan perusahaan.
b.    Prioritas produk atau bisnis dalam kaitannya dengan alokasi sumber daya yang langka.

            Salah satu model analisis yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan produk atau unit bisnis dalam rangka mengidentifikasi fokus strategik yang sesuai adalah the Business Screen. Kriteria yang digunakan dalam the Business Screen meliputi dua dimensi utama, yaitu kapabilitas kompetitif relatif dan daya tarik pasar secara keseluruhan. Berdasarkan model ini, produk-produk yang masuk dalam kategori Build dan Question harus menekankan tujuan pangsa pasar, sedangkan produk dalam kategori Hold dan Harvest harus mengutamakan tujuan yang berfokus pada laba. Sedangkan produk yang masuk dalam kategori Terminate lebih baik ditinggalkan atau dilikuidasi.
























 
12
 
 






      PENUTUP

Demikianlah makalah yang dapat kami susun, mungkin masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran agar dikemudian hari kami dapat menyusun kembali makalah dengan lebih baik.

Kami juga ,mengucapkan kepada semua pihak yang telah memberi dukungan  baik secara moral ataupun berupa masukan – masukan.

 Di akhir kata, kami hanya bisa berharap, semoga makalah ini bisa sangat berguna, demi kelancaran pembelajaran kita semua.

 
 

Sekian dan terimakasih.

















iii